Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

SASTRA NUSANTARA ADALAH SASTRA KEPULAUAN

[Cerita Untuk Andriani S. Kusni & Anak-anakku]
JJ. Kusni
Jurnal Toddopuli, Nov 30, 2008

Les Insolindes, Insulinde, barangkali adalah istilah lain dari Nusantara yang menunjukkan kepada suatu kawasan yang terdiri dari berbagai pulau. Pengertian sempitnya, barangkali identik dengan wilayah yang sekarang menjadi wilayah negara Republik Indonesia dan budaya Melayu sehingga mencakup Malaysia Barat & Timur serta Brunei. Mungkin termasuk juga Filipina Selatan dan Muangthai Selatan serta Timor Leste.

Kita Perlu Hari Bahasa Indonesia

Mihar Harahap *
Jurnal Nasional, 7 April 2013

HARI Puisi Indonesia (HPI) pada 15 November 2012 di Pekan Baru sudah dideklarasikan Sutadji Calzoum Bachri dan kawan-kawan dari berbagai daerah. Acara itu dihadiri Guburnur Riau, Rusli Zainal. Tak lama, pada 24 Maret 2013 di Bukit Tinggi dimaklumatkan pula Hari Sastra Indonesia (HSI) atas prakarsa Taufiq Ismail dan kawan-kawan, di antaranya turut menghadiri HPI. Acara ini disahkan Wamendikbud, Wiendu Nuryanti. Sementara itu, Wowok Hesti Prabowo, juga mendeklarasikan HSI di Solo.

Pengantar dari Korrie Layun Rampan

Korrie Layun Rampan
http://gampiran.wordpress.com/

Pertama kali saya membaca embriyo Gampiran (Rampan, 2011: 121-5) saat menyusun antologi cerita pendek Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia. Buku itu diterbitkan sebagai dasar senimar sastra yang diadakan pada tanggal 7 Desember 2011 tentang pendidikan dan kreativitas sastra di Kalimantan Timur.

Rupanya Gampiran dilanjutkan dalam bentuk novel, meskipun ada beberapa perubahan pada tokoh dan latar, namun perubahan itu tidak membawa dampak pada alur dan tema. Pusat temanya pada lingkungan hidup tetap utuh dan tajam. Pengakhir novel menjadi happy ending sedang pada cerpen dilakukan pengakhiran sedih secara terbuka.

Sastra-Indonesia.com

[World Letters]