Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2010

Globalitas dan Lokalitas dalam “Membayangkan Indonesia”:

Sebuah Kritik Pascakolonial

Saut Situmorang
http://www.sastra-indonesia.com/

Adalah studi terkenal dari Indonesianis asal Universitas Cornell, Amerika Serikat, Ben(edict) Anderson tentang nasionalisme yang membuat kita sadar bahwa konsep “nasionalisme” bukanlah lahir begitu saja dari langit biru di atas kepala, tapi merupakan sebuah realitas yang diciptakan oleh imajinasi di dalam kepala – sesuatu yang dibayangkan, sebuah konstruk kultural. Atau dalam definisi Hugh Seton-Watson yang dikutip Anderson dalam bukunya “Imagined Communities” dimaksud: “. . . [Sebuah] bangsa eksis ketika sejumlah penting anggota sebuah komunitas menganggap diri mereka membentuk sebuah bangsa, atau berlaku seakan-akan mereka membentuk sebuah bangsa” [italic saya]. Mengikuti anjuran Anderson, kita bisa menerjemahkan “menganggap diri mereka” sebagai “membayangkan diri mereka” pada kutipan di atas.

Apa yang tentu saja masih bisa dipertanyakan lagi tentang definisi “bangsa” sebagai “sebuah komunitas politik yang diba…

GETIR CINTA; TERHALANG BALAS BUDI

Judul : ZALZALAH:Biarkan Cinta pada Akhirnya
Penulis : Masdhar Z
Penerbit : Semesta (Kelompok Pro-U Media), Yogyakarta
Tahun Terbit : 2009
Tebal : 325 Hlm
Peresensi : Denny Mizhar*
http://www.sastra-indonesia.com/

Perkembangan sastra relegius yang mengangkat tema agama ataupun hanya latar agama mengejala ketika novel ayat-ayat cinta beredar. Dibarengi dengan banyak munculnya penulis-penulis lahir dari pesantren, mereka banyak mengungkap pengalaman atas realitas yang di diaminya untuk diungkapkan dalam bentuk fiksi. Entah kisah sebuah semangat akan masa depan, atau hanya sekedar kisah cinta.

Begitu halnya novel yang ditulis oleh Masdar penulis yang beraktivitas di kota Malang, mengangkat latar pesantren dengan segala kehidupannya. Zalzalah sebuah novel yang mengajak pembaca menelisik kehidupan pesantren dari makan, tidur, pola pendidikan, serta ibadah-ibadah yang ada.

Bermula dari kisah Milati seorang gadis muda telah lama hidup dipesantren yang sekaligus panti asuhan. Melati adalah yatim piatu…

MEMBACA JARAN GOYANG, HATI PUN BERGOYANG;

Catatan Kecil Sajak Samsudin Adlawi

Imamuddin SA
http://www.sastra-indonesia.com/

Waktu itu, kira-kira sehabis Isya’, saya menguhubungi kawan saya. Saya bermaksud mau ngobrol-ngobrol denganya. Seketika itu saya lansung mengambil motor dan memacunya ke rumah kawanku tadi. Bukan sekedar kawan, tapi lebih dari itu. Entah apalah, yang jelas dia istimewa bagi saya. Namanya Nurel Javissyarqi.

Sesampainya di rumahnya, saya langsung bertemu dengannya. Seperti biasa, saya menemukannya sedang khusyuk dengan leptopnya. Membuat esai dan berkutat dengan facebook.

Kami ngobrol-ngobrol panjang lebar tentang face book dan sastra. Kami berbicara masalah pempublikasian karya sastra lewat facebook. Tampaknya akhir-akhir ini karya sastra ramai diperbincangkan di face book. Padahal beberapa saat yang lalu, bloog-lah yang meramaikannya. Sungguh perputaran peristiwa yang begitu cepat.

Selain ngobrol tentang facebook, kami juga nyentil sedikit masalah memudarnya media cetak dalam kalangan sastra, khususnya puisi. …

Mantan Atase Militer Prancis Terbitkan Novel Berlatar Indonesia

Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Denpasar - Jean Rocher, 58, mantan atase militer Prancis di Indonesia, meluncurkan novel keduanya “Keping Rahasia Terakhir” , Senin (28/12) malam di Denpasar. Novel itu berkisah tentang petualangan seorang intelijen Prancis dalam menjalankan tugas di Indonesia.

“Sedikit banyak ada kaitannya dengan tugas saya sebagai aparat intelijen di negara ini,” ujarnya yang menjabat sebagai atase militer antara tahun 1993-1997.

Novel itu ditulisnya setelah ia pensiun dan kemudian menjadi konsultan sebuah perusahaan minyak yang bepusat di Balikpapan, Kalimantan.

Namun Jean menjelaskan, inti cerita hanyalah fiktif belaka. Yakni mengenai penugasan yang diberikan kepada seorang intel Prancis untuk mengejar seorang tokoh Al Qaidah. Dia harus menelusuri sejumlah daerah di Indonesia dari Kuta, Bali hingga ke pedalaman Kalimantan.

Belakangan si intel baru tersadar bahwa penugasan itu hanyalah rekayasa untuk melenyapkan dirinya karena rahasia yang diketahuinya mengena…

Triyanto Triwikromo Metamorfosis Bagong

Gunawan Budi Susanto
http://www.suaramerdeka.com/

ANDA benar, saya akrab dengan dia. Tetapi, sungguh, saya tak tahu banyak soal dia. Saya cuma tahu dia lahir di Salatiga, 15 September 1964, dari keluarga buruh pabrik. Tekanan kemiskinan membuat dia jadi kacung, berganti-ganti majikan. Karena mungkin jadi guru jalan meraih drajat lan semat, dia sekolah di SPG, lalu mulang SD, dan 1985 kuliah di IKIP Negeri Semarang (kini Universitas Negeri Semarang).

Kapan lulus? Entahlah. Boleh jadi dia tengah mbagong. Bagong memang sapaan dia suatu ketika. Saat kami makan di sebuah warung soto di Salatiga, perempuan pemilik warung terpekik, “Lo, sampean Bagong Koran to? Oalah, kok manglingi.” Dia nyengir. “Dulu saya selalu mengantar daging ayam dari majikan ke warung ini. Pulang, saya diberi koretan soto,” kenang dia.

Aha! Dia rupanya menikmati pula “fitnah” seorang kolega, yang menilai wajahnya mirip Denny Malik. Dia pun malih nama, bukan rupa. Semula cuma Triyanto. Jadi penulis, dia tambahkan Triwikrom…

Evi Idawati Luncurkan Novel Teratak

Ami Herman
http://www.suarakarya-online.com/

Evi Idawati pernah populer sebagai seorang artis layar kaca. Kedalaman pemahamannya tentang peran, bisa dilihat dalam aktingnya di sinetron dan film televisi Balada Dangdut, Dongeng Dangdut, Ketulusan Kartika, Wanita Kedua, Satu Kakak Tujuh Keponakan dan lain-lain.

Evi juga aktif main drama kolosal. Trilogi Oidipus, Cabik, Titik Titik Hitam, Sumur Tanpa Dasar dan Kapai Kapai adalah beberapa diantara sejumlah drama yang pernah dimainkannya di seputar Yogyakarta dan beberapa kota lainnya di tanah air.

Tetapi itu beberapa tahun yang silam. Kini alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta kelahiran tahun 1973 ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menulis.

Dengan menikmati dunia penulisan kreatif, Evi merasa lega karena berhasil menumpahkan ide-idenya kedalam beragam karya tulis seperti puisi, cerita pendek, novel,skenario film dan sinetron. Ia juga menulis esai.

Satu persatu karya tulis Evi kemudian mengalir ke redaksi koran-koran dan majalah d…

Di Balik Penerbitan Buku Sastra Swadaya

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

BULAN-bulan terakhir saya menerima beberapa antologi cerpen dan puisi. Buku-buku itu tak cuma karya pengarang/penyair yang tinggal di Ibu Kota dan terbit di Jakarta, akan tetapi juga karya pengarang/penyair yang berdomisili di daerah, dan diterbitkan di daerah.

Dari Jakarta, saya terima antologi cerpen Papirus, berisi cerpen 24 mahasiswa/i Jurusan Teknik Grafika & Penerbitan Politeknik Universitas Indonesia. Lantas kumpulan puisi Di Antara Kita karya Salimi Ahmad; Antologi 20 Penyair yang berisi puisi 20 penyair usia 50-60 tahun; kumpulan cerpen Tina K Laki-laki Beroma Rempah-Rempah yang diterbitkan Kutubuku (milik Kurniawan Junaedhie, yang juga menerbitkan antologi cerpen saya, Nasihat-nasihat Cinta); dan Cerpen Kompas Pilihan 2008 Smokol yang memuat 15 cerpen dari 15 pengarang.

Dari daerah, ada antologi puisi Redi Lawu, memuat sajak-sajak 19 penyair yang tinggal di sekitar Gunung Lawu, diantaranya Beni Setia (Caruban), Hardho Sayoko SPB, K…

Sang Waskito R. Ng. Ronggowarsito (1802-1873)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/

R. Ng. Ronggowarsito (15 Mar 1802 - 24 Des 1873), Bagus Burham nama kecilnya. Sang pemilik jiwa waskito;

nasibnya menyerupai batuan kali dijadikan jalan, bebatuan krucuk yang dipukuli, sebelum dibangun tempat berteduh.

Menerima waktu-waktu kebodohan diri, menguliti bathin menemukan kebuntuan hingga mempuni.

Seorang pujangga menangkap rintihan pertiwi, berdendang angin bermusik hewan-gemewan.

Mentaati perubahan masa-masa pelajaran, ke tapal batas pengetahuan, demi menjejakkan kaki di padang pengembaraan.

Dalam usia lima tahun, dididik Tanujaya memasuki lorong alam gaib, memperoleh pengalaman di balik wujud kebendaan.

Yang tampak tersenyum tidak segelora dada, pula kebencian tiada sanggup diukur sampiran kalimah.

Di sini hati timbangannya, meraup tempaan demi tempaan, tidak silap pandangan mata-mata sekilas.

Menginjak umur dua belas tahun, beserta Tanujaya menuju Tegalsari, Jetis, Ponorogo. Demi menimba keilmuan agama kepada Imam Besari.

Namun dasar an…

BAWEAN SENANDUNG DI ATAS AWAN

Judul Buku : Buwun
Pengarang : Mardi Luhung
Jenis Buku : Kumpulan Puisi
Epilog : Beni Setia
Penerbit : PUstaka puJAngga, Februari 2010
Tebal Buku : 66 hlm. 12 x 19 cm
Peresensi : Imamuddin SA.
http://www.sastra-indonesia.com/

Karya-karya besar kerap lahir dari tangan-tangan pengarang yang peka dengan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Tengok saja Gibran, Tagore, Octavio Paz, Albert Camus, setiap kali mereka melakukan suatu perjalanan, dapat dipastikan ada sesuatu yang mengendap dalam pikirannya. Membuncah-ruah menjadi ide bercahaya. Dan bergerak menghasilkan karya.

Peristiwa itu terjadi entah disengaja atau secara alamiah. Yang jelas, sebuah karya kreatif lahir dari fenomena yang telah tersapa. Hal itu ternyata tidak hanya terjadi dalam diri tokoh-tokoh besar kesusastraan dunia, melainkan juga merambah pada pribadi seorang Mardi Luhung. Melalui perjalanannya ke pulau Bawean, lahirlah sebuah karya ekspresif-inspiratif dari tangannya. Karya tersebut diberijudul “Buwun”.

Buwun merupakan seb…

Kado di balik Bencana

Wiwik Hidayati
http://suaramerdeka.com/

Rentetan peristiwa masih membekas di benak kita. Kerusuhan di Aceh, Poso, Maluku; tsunami yang memakan korban puluhan ribu orang; bencana di Yogyakarta, Sidoarjo, dan Pangandaran; belum lagi pengeboman di beberapa wilayah Indonesia; ditambah akhir-akhir ini bencana banjir melanda Jakarta.

Deretan derita serasa tak henti-hentinya mendera dan seringkali membuat trauma. Membuat diri semakin pesimis memandang hidup.

Tapi yang lalu biar berlalu. Hidup harus tetap jalan meski sulit. Dalam sebuah pepatah Inggris dikatakan bad weather makes good timber. Cuaca yang buruk memang hanya menyisakan pohon-pohon kuat yang berkualitas. Ini tentu tak salah.

Mahatma Gandhi dikenang harum hingga sekarang. Bagi yang mengenal Gandhi dari buku, film, cerita dll akan tahu betapa beratnya penderitaannya. Mulai dari siksaan-siksaan di Afrika Selatan, kemudian cemoohan saat sampai di India, sampai dengan kerasnya jalan kehidupan berhadapan dengan penjajah Inggris.

Kahlil Gibra…

Teror Syahwat dan Kearifan Tasawuf Jawa

Judul : Nafsu Terakhir
Penulis : Elizabeth D. Inandiak
Penerbit: Galang Press
Cetakan : Kedua, 2007
Tebal : 190 halaman
Peresensi: Muhamad Sulhanudin
http://suaramerdeka.com/

Ini adalah jilid ke sembilan dari kedua belas jilid Serat Centini yang sangat mashur itu. Hampir seluruh isinya bercerita tentang syahwat. Tapi ia terselamatkan oleh keluhuran tembang yang sarat muatan ajaran tauhid dan tasawuf. Ia mengajarkan nilai-nilai luhur kearifan jawa yang bijaksana. Meski kerap kali tak teralakkan dibawa ke kubangan nafsu syahwati yang liar, mewarnai pengembaraan Amongraga yang suci untuk mencapai kehadiranNya.

Nafsu Terakhir diadaptasi oleh Elizabeth D. Inandiak. Centini disusun atas perintah putra mahkota Kesultanan Surakarta Adiningrat untuk menyusun kembali sebuah cerita kuno dalam bentuk tembang yang menyarikan segala ngelmu Jawa. Tembang ini disusun dalam bahasa Jawa, dengan syair yang luar biasa indah. Syair yang mahadahsyat itu diberinama Suluk Tembangraras, tapi orang lebih mengenalnya d…

Tragedi Pergundikan di Tanah Surga

Judul: Dutch Culture Overseas, Praktik Kolonial di Hindia Belanda; 1900-1942
Penulis: Frances Gouda
Penerbit: Serambi Jakarta
Cetakan: Pertama, Februari 2007
Tebal: 523 halaman
Peresensi: A Musthafa
http://suaramerdeka.com/

MEMASUKI abad ke-16 dan 17, Barat masuk zaman "Akal-Budi". Zaman inilah yang mengantarkan Barat menggapai pencerahan gemilang pada abad ke-18. Para pemikir, filosof, ekonom, dan teknolog berkembang pesat.

Buku-buku kritis dan produksi teknologi bertebaran di Eropa. Sayang, kegemilangan itu tidak didukung oleh infrastruktur yang cukup. Wilayah Eropa sempit, tandus, dan miskin sumber daya alam. Akibatnya, alam pikir yang terhampar dalam rasio, ditebarkan di berbagai belahan dunia.

Awalnya, ekspansi kuasa akal untuk eksperimen keabsahan teori. Akan tetapi karena imbas kuasa politik lebih dominan, akhirnya ekspansi wilayah kuasa rasio itu dibarengi juga dengan kuasa politik. Dan akhirnya, kuasa politik lebih dominan mengalahkan kuasa akal. Jika kuasa akal, melahirkan …

Di Balik Tragedi Lumpur Lapindo

Judul : Konspirasi di Balik Lumpur Lapindo; dari Aktor hingga Strategi Kotor
Penulis : Ali Azhar Akbar
Penerbit : Galang Press, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Juni 2007
Tebal : 250 halaman
Peresensi: Achmad Maulani
http://suaramerdeka.com/

SETAHUN lebih sudah lumpur menyembur di Porong Sidoarjo. Tiada terkira dampaknya. Belasan desa terendam, puluhan pabrik tutup, ratusan hektar sawah musnah. Bahkan lebih 27 ribu jiwa terlempar dari tanah kelahiran. Mereka kehilangan segala sumber penghidupan. Nyaris tak ada yang tersisa. Hari-hari ini mereka kosong menatap masa depan. Kerugian pun telah menyentuh angka Rp 27,4 triliun!

Itulah sepenggal potret malapetaka yang berawal dari kegagalan pengeboran gas di Blok Brantas, Jawa Timur, oleh Lapindo Brantas Inc --perusahaan di bawah kelompok usaha Bakrie-- yang berubah menjadi sebuah tragedi kebudayaan (meminjam istilah WS Rendra).

Buku yang ditulis jebolan Teknik Perminyakan ITB dan Hukum Perminyakan FH UI Jakarta ini menyuguhkan sebuah analisis ilmiah te…

Seksualitas Standar Ganda ala Indonesia

Judul : Tangan Kuasa dalam Kelamin, Telaah Homoseks, Pekerja Seks, dan Seks Bebas di Indonesia
Penulis : Hatib Abdul Kadir Olong
Pengantar : Benedict R OG Anderson
Editor : Benedict R OG Anderson
Penerbit : Insist, Yogyakarta, 2007
Tebal : xxiii+310 halaman
Resensi: Kholilul Rohman Ahmad
http://suaramerdeka.com/

KAJIAN tentang seks, seksualitas, atau perkelaminan yang kerap menggiurkan pembaca dari berbagai kalangan memunculkan sikap yang menarik --juga sering munafik. Seksualitas yang menjadi salah satu faktor kehidupan manusia menjadi daya tarik untuk dikaji sepanjang peradaban manusia, kalangan muda hingga tua.

Sejarah dan seksualitas merupakan dua entitas yang beriringan dalam sebuah perjalanan evolusi manusia. Pada beberapa nenek moyang manusia, seks merupakan semacam bagian dari kepedulian (bahkan pemanjaan) terhadap genital. Pada waktu itu genital bahkan bukan merupakan sesuatu yang dianggap cabul meskipun ia nyaris tak tertutupi oleh pakaian atau pelindung layak kita sekarang.

Bahkan pa…

Sastra-Indonesia.com

[World Letters]