Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2009

Puisi-Puisi Sosiawan Leak

http://www.surabayapost.co.id/
BUKAN BINATANG PEMBANGUN SARANG

aku bukan binatang pembangun sarang
hingga selalu menemu kebebasan yang merdeka
kala istirah atau mengembara
tanpa tergantung kepada rumah dan kandang

aku bukan binatang pembangun sarang
maka biarkan orang-orang terusir dari mukimnya
di desa, di kota bahkan di gaza
yang kau perlu cuma, lihatlah diriku
menitip keturunan di berbagai sarang
membuang sejarah dan masa depan
sebagaimana mendepak kecengengan
bercerai dari ketergantungan
sambil mengusir kebersamaan
dan meyakini diri sebagai pusat pemujaan

aku bukan binatang pembangun sarang
berbeda dengan kamu
yang mengaung-agungkan kemapanan
kehidupan yang sempurna dengan papan hunian
simbol kemewahan berkeluarga, bernegara
yang kadang mengkhianati
kebebasan diri yang mandiri
menggerogoti keliaran
yang kadang lebih menemu makna
dalam hidup sejati!

pelangi-mojosongo, solo 2009



HIDUP KAMI MILIK SIAPA

hidup kami, milik siapa?
sebagai petani, kami tlah lama
dihabisi hama dan pupuk kimia
juga hujan yang bertamu di …

Puisi-Puisi Taufiq Ismail

http://oase.kompas.com/
INDONESIA KERANJANG SAMPAH NIKOTIN

Indonesia adalah sorga luarbiasa ramah bagi perokok. Kalau klarifikasi sorga ditentukan oleh jumlah langit yang melapisinya. Maka negeri kita bagi maskapai rokok, sorga langit ketujuh klasifikasinya.

Indonesia adalah keranjang besar yang menampung semua sampah nikotin. Keranjang sampah nikotin luar biasa besarnya. Dari pinggir barat ke pinggir timur, jarak yang mesti ditempuh melintasi 3 zona waktu yaitu 8 jam naik pesawat jet, 10 hari kalau naik kapal laut, satu tahun kalau naik kuda Sumba, atau 5 tahun kalau saban hari naik kuda kepang Ponorogo.

Keranjang sampah ini luar biasa besarnya. Bukan saja sampah nikotin, tapi juga dibuangkan ke dalamnya berjenis cairan, serbuk, berbagai aroma dan warna, alkohol, heroin, kokain, sabu-sabu, ekstasi, dan marijuana, berbagai racun dan residu, erotisme dan vcd biru. Sebut saja semua variasi klasifikasi limbah dunia mulut Indonesia menganga menerimanya.

Semua itu, karena gerbang di halaman rum…

Puisi Terakhir WS Rendra…

http://detikyogyakarta.net/

Sungguh besar jiwa seni dalam tubuh WS Rendra,ia pun tetap berkarya meski dirawat di rumah sakit karena sakit jantung koroner. Puisi terakhir Rendra menghadirkan nuansa religius yang dalam, yang mengisyaratkan kecintaan pada Sang Pencipta.

“Tuhan, aku cinta padamu…” demikian penggalan puisi yang tak diberi judul itu. Puisi terakhir ini ditulis Rendra pada 31 Juli di RS Mitra Keluarga.

Teks puisi bertulis tangan itu diperlihatkan di rumah duka di Bengkel Teater, Citayam, Depok, Jumat (7/8/2009). Berikut teks puisi tersebut:

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu

Rendra
31 July 2009
Mitra Keluarga

DOA KEMERDEKAAN

A. Mustofa Bisri
http://www.jawapos.com/

Ya Allah ya Tuhan kami

Di hari kemerdekaan

negeri kami

Kami memohon kepadaMu,

ya Allah

Ilhamilah kami untuk dapat menyadari dan mensyukuri

Dengan benar rahmat agung anugerahMu,

Nikmat kemerdekaan kami

Berilah kepada kami dan pemimpin-pemimpin kami

Kecerdasan memahami arti kemerdekaan yang benar

Berpuluh tahun kami dijajah oleh kebodohan kami

Berpuluh tahun kami dijajah oleh bangsa asing dan

bangsa sendiri

Dan kini setelah merasa merdeka kami mulai dijajah

Oleh nafsu dan kedengkian kami sendiri

Ya Allah ya Tuhan kami,

Jajahlah kami, jajahlah kami olehMu sendiri

Merdekakanlah kami

Jangan biarkan selainMu, termasuk diri-diri kami,

Ikut menjajah kami.

Jangan biarkan kami terus menjadi hamba-hambaMu

Yang tidak menyadari

kehambaan

Jangan biarkan kami terus menjadi bangsa budak

Yang tidak menyadari kebudakan

Kuatkanlah kami untuk hanya menghamba kepadaMu

Dan menjadi tuan atas

diri-diri kami.

Ya Allah ya Tuhan kami Yang Mahabijaksana

Karuniailah pemimpin-pemimpin kami kearifan dan k…

Untuk Kepulanganmu, W.S. Rendra

http://www.sastra-indonesia.com/
jikalau sang penyair benar-benar meninggal
tak sia-sialah segala perjuangannya
maka damailah di sisi-Nya, amin…
(Nurel Javissyarqi)

Meski pun tidak pernah bertemu
tapi kurasakan degup jantungmu

dari balada orang-orang tercinta
kau kenalkan tari-tarian jiwamu

aku merambah masuki nalurimu
yang senantiasa girang perkasa
tampan penuh dinaya pesona

sedari bulir-bulir air matamu
membanjirlah cahaya rasa

oh…
aku merinding menulis ini
diserang demam menggigil
entah dari mana datangnya

kau seakan menghampiriku
datang berwajah tegar
lantas membuyar, tapi
masih menungguiku dari dekat
saat aku menuliskan catatan ini

(ya Allah
aku menemukan daya terpikat
terperdaya oleh kata-katanya
seakan tak mampu membalasnya)

aku melihat kau tersenyum
lalu mengelus-elus rambutku
atau ini hanya perasaanku saja

atau semua para penulis sajak
di tanah air ini merasakan pula

aku digetarkan sentuhan aneh
lebih ganjil dari sebelumnya
lebih gaib dari yang terbayangkan
aku merasa, dan turut merasakan

sebab jikalau suatu ne…

Lastri Di Abad Pertengahan

Krisandi Dewi
http://www.sastra-indonesia.com/
http://www.facebook.com/people/Krisandi-Dewi/1177407133

/I/
Tapi Lastri telah mati.
Badan rampingnya remuk diamuk tronton tadi pagi.
Sebelah tangannya yang nakal, entah kiri atau kanan,ditemukan tersangkut pada gerobak sapi, di roda belakang. Ususnya melilit di tiang listrik
Kaki-kaki jenjangnya yang baru bergelinjang di depan pelanggan semalam , terseret ke selokan.
Paha mulus yang tak absen diendus para anjing hidung belang, terbengkalai di depan kakus.jadi bangkai.
Dan sisanya, hanya kepala dengan kantung mata tak berbiji.
itupun sudah terlempar ke ujung kali.tadi pagi.
Dua biji matanya sudah habis dijilat.dicongkel.dan kini ditenteng keliling kampung untuk diperebutkan anjing-anjing tengil.



/II/
Lastri sudah mati,
sejak malam pertama ia mengenal anyir mani yang disodorkan sang mucikari.
Bahkan pada malam-malam sebelumnya, saat suatu malam
pria yang dulu menyeru adzan ditelinganya ketika lahir
tiba-tiba berubah jadi anjing.
Pinggir mulutnya mengalir liu…

LEBIH BAIK MENULIS DARI PADA TIDAK

Hasan Aspahani
http://www.facebook.com/osanjaya?_fb_noscript=1

Jangan Ditanya Kenapa Aku Bertanya, I

KENAPA harus ada kalimat tanya dalam bahasa?

Betulkah ucapan pertama di dunia adalah pertanyaan?

Siapa yang pertama kali bertanya di dunia ini?

Apakah pertanyaan yang pertama kali diajukan?

Kepada siapakah pertanyaan pertama itu ditujukan?

Seberapa banyak pertanyaan di dunia ini yang
terjawab dan seberapa yang tak punya jawaban?

Apakah pertanyaan tak terjawab itu mati penasaran
atau tetap hidup menunggu datang jawaban?



Jangan Ditanya Kenapa Aku Bertanya, III

KENAPA cinta itu simbolnya hati merah muda? Kenapa
tidak lingkaran atau segienam, hitam atau putih saja?

Kenapa banyak sekali abjad di dunia ini? Kenapa Tuhan
tidak menetapkan satu abjad saja untuk semua manusia?

Apa jadinya kalau setiap hari orang boleh mengganti
namanya? Atau bolehkah memilih tidak bernama saja?

Kenapa kalau berpisah orang melambaikan tangan?
Tidak adakah isyarat perpisahan lain yang lebih baik?

Kenapa kalau kita menangis keluar air …

Sastra-Indonesia.com

[World Letters]